Detail Karya Ilmiah

  • STRUKTUR KOMUNITAS MIKROALGA PADA TAMBAK GARAM DI DESA LEMBUNG KECAMATAN GALIS KABUPATEN PAMEKASAN
    Penulis : Widia Yuliati Ningsih
    Dosen Pembimbing I : Insafitri, ST.M.Sc.,ph. D
    Dosen Pembimbing II :
    Abstraksi

    Tambak garam merupakan suatu lahan yang digunakan sebagai penentu dari pengaruh faktor produksi garam. Habitat mikroalga bisa hidup ditempat yang lembab, air tawar dan air laut. Salinitas merupakan salah satu faktor pembatas yang mempengaruhi jenis mikroalga dan mempertahankan hidupnya dalam mempertahankan tekanan osmosis antara protoplasma sel dengan air sebagai lingkungannya. Tujuan dari penelitian ini antara lain adalah mengetahui jenis mikroalga yang dapat bertahan hidup pada salinitas yang tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode observasi lapangan untuk mendapatkan data primer dan metode eksperimental dengan menerapkan cara pengambilan sampel dan identifkasi mikroalga. Tambak garam memiliki beberapa meja diantaranya bouzem, meja peminihan, meja air tua dan meja kristalisasi dimana pada setiap meja mengandung kadar garam/salinitas yang berbeda-beda diantaranya 3 0 Be,4 0Be, 16 0Be dan 25 0Be. Jenis mikroalga yang ditemukan mulai bouzem hingga meja kristalisasi yaitu terdapat 17 jenis diantaranya yaitu jenis Ulothrix sp., Dunaliella salina., Tetraselmis sp., Zygnema sp., Chlorella sp., Haslea trompii., Navicula sp., Nitzschia sp., Skeletonema sp., Synedra sp., Thalassiosira sp., Porphyridium sp., Dinophysis sp., Leptocyliodras sp., Spirogyra sp., Pleurosigma sp. dan Thalassiothrix L. Dari 17 jenis mikroalga terdapat 2 jenis mikroalga yang mendominasi pada setiap mejanya yaitu jenis Porphyridium sp dan Dunaliella salina. hal tersebut menunjukkan bahwa mikroalga jenis Porphyridium sp dan Dunaliella salina dapat bertahan hidup pada salinitas/kadar garam yang tinggi hingga > 25 0Be. Kata Kunci : Tambak Garam, Salinitas, Mikroalga

    Abstraction

    Salt pond is a land that is used as a determinant of the influence of salt production factors. Microalgae habitat can live in a humid place, fresh water and sea water. Salinity is a limiting factor that influences the type of microalgae and maintains its life in maintaining osmotic pressure between the protoplasm of cells and water as their environment. The purpose of this research is to find out the types of microalgae that can survive at high salinity. The method used in this research is the field observation method to obtain primary data and experimental methods by applying sampling methods and identifying microalgae. Salt ponds have several tables including bouzem, peminihan table, old water table and crystallization table where each table contains different levels of salt / salinity including 3 0 Be, 4 0 Be, 16 0Be and 25 0Be. Types of microalgae found from bouzem to crystallization table are 17 types including Ulothrix sp., Dunaliella salina., Tetraselmis sp., Zygnema sp., Chlorella sp., Haslea trompii., Navicula sp., Nitzschia sp., Skeletonema sp. ., Synedra sp., Thalassiosira sp., Porphyridium sp., Dinophysis sp., Leptocyliodras sp., Spirogyra sp., Pleurosigma sp. and Thalassiothrix L. From 17 types of microalgae, there are 2 types of microalgae that dominate on each table, they are Porphyridium sp and Dunaliella salina. This shows that the microalgae types of Porphyridium sp and Dunaliella salina can survive high salinity / salinity up to > 25 0 Be. Keywords : Salt Pond, Salinity, Microalgae

Detail Jurnal