Detail Karya Ilmiah

  • GEOGRAFI DIALEK BAHASA JAWA DI KABUPATEN SIDOARJO: KAJIAN DIALEKTOLOGI
    Penulis : Uzlifatul Jannah
    Dosen Pembimbing I : Khusnul Khotimah, S.S., M.Pd.
    Dosen Pembimbing II :Ahmad Jami’ul Amil, S.Pd., M.Pd.
    Abstraksi

    Penelitian bahasa daerah dapat diketahui dan dipahami dengan jelas melalui pengkajianDialektologi yang mengkaji adanya perbedaan bahasa dalam satu wilayah yang sama.Adanya penggunaan variasi bahasa (dialek) yang berbeda yang digunakan olehmasyarakat Sidoarjo akibat pengaruh dari letak geografis wilayah Kabupaten Sidoarjomenjadikan variasi bahasa Jawa di Kabupaten Sidoarjo unik dan menarik untuk diteliti.Oleh karena itu, dilakukan penelitian dengan judul Geografi Dialek Bahasa Jawa diKabupaten Sidoarjo: Kajian Dialektologi yang bertujuan untuk mendeskripsikan variasileksikon dan variasi fonologi bahasa Jawa di Kabupaten Sidoarjo beserta bentukpemetaannya. Titik penelitian dilakukan di delapan daerah pengamatan (DP) dan masing-masing daerah pengamatan diambil dua titik penelitian (TP) yang tersebar di wilayahKabupaten Sidoarjo dengan jumlah enam belas titik penelitian. Sistem penomoran untukmenentukan titik penelitian pada peta disesuaikan dengan bentuk peta daerah Sidoarjo,maka ditentukan sistem penomoran atas-bawah pada peta secara berurutan di mulai dariDesa Bakalan Wringinpitu, Singkalan, Tarik, Kedungbocok, Barengkrajan, TerungWetan, Watu Tulis, Prambon, Wangkal, Tambak Rejo, Gelam, Kedung Peluk, Cemandi,Kalanganyar, Kedung Cangkring dan Kedung Pandan. Penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Untuk mencapai tujuan itu, pengumpulandata penelitian dilakukan secara langsung ke lapangan menggunakan metode simak dancakap dengan teknik dasar berupa teknik pancing dan teknik lanjutan berupa teknik cakapsemuka, rekam dan catat. Daftar tanyaan yang digunakan dalam penelitian inimenggunakan daftar tanyaan berupa kosakata dasar Swadesh berjumlah 200 glos dengandilakukan sistem pengecekan data (cross checkdata). Berdasarkan hasil temuan darikeseluruhan daftar tanyaan yang dianalisis, ditemukan sebanyak 154 variasi leksikonsalah satunya pada kata‘capung’ yang memiliki tiga variasi perbedaan yakni [kotre?]yang terletak pada TP 1,3,4,5,6,15 yakni Desa Bakalan Wringinpitu, Tarik, Kedungbocok,Barengkrajan, Terung Wetan dan Kedung Cangkring, [cad??g] terletak pada TP2,7,8,9,10,11,16 yakni Desa Singkalan, Watu Tulis, Prambon, Wangkal, Tambak Rejo,Gelam dan Kedung Pandan, [gantr??] terletak pada TP 12,13, 14 yakni Desa KedungPeluk, Cemandi dan Kalanganyar. Variasi Fonologi ditemukan sebanyak 30 variasi, salahsatunya pada kata ‘timur’ yang memilikidua variasi perbedaan yakni [w?tan] yangterletak pada TP 1,3,4,5,6,7,8,10,11,12,14,16 yakni Desa Bakalan Wringinpitu,Kecamatan Tarik, Krian, Prambon, Candi, Desa Kalanganyar dan Sedati. [?tan] yangterletak pada TP 2,8,13,15 yakni Desa Singkalan, Prambon, Cemandi dan KedungCangkring. Kata Kunci:Geografi Dialek, Bahasa Jawa, Dialektologi, Variasi Leksikon,Variasi Fonologi.

    Abstraction

    Study on regional languages can be known and understood clearly through Dialectologystudy which examines the existence of language differences in the same region.The useof different languages (dialects) used by the Sidoarjo community due to the influence ofthe geographical location of the Sidoarjo Regency makes the Javanese language variationin Sidoarjo Regency unique and interesting to study. Which is why research is carried outunder the titledJavanese Dialectic Geography in Sidoarjo Regency: The DialectologyStudyaims todescribe the lexicon variations and phonology variations of the Javaneselanguage in Sidoarjo Regency along with the form of its mapping. The study points arecarried out in eight observation areas (DP) and in each observation area, there are twostudy points (TP) that are taken in the Sidoarjo Regency with a total of sixteen studypoints.The numbering system for determining the study points on the map is adjusted tothe shape of the Sidoarjo map, so the top-down numbering systemis determined on a mapin sequence starting fromBakalan Wringinpitu, Singkalan, Tarik, Kedungbocok,Barengkrajan, Terung Wetan, Watu Tulis, Prambon, Wangkal, Tambak Rejo, Gelam,Kedung Peluk, Cemandi, Kalanganyar, Kedung CangkringandKedung PandanVillages.This study uses a qualitative approach with descriptive method. To achieve the goal, thecollecting data of the study is conducted directly into the field using listening andspeaking methods with basic technique in the form of fishing technique and advancedtechniques in the form of cakap semuka, record and take note techniques. The list ofquestions used in this study uses a questionnaire in the form of basic Swadesh vocabularytotaling 200 glosses by conducting a cross check data system. Based on thefindings of theentire list of questions that analyzed, 154 lexicon variations are found, one of them is inthe word “capung” which has three variations of differences, namely[kotre?]located atTP1,3,4,5,6and15those areBakalan Wringinpitu, Tarik, Kedungbocok, Barengkrajan,Terung WetanandKedung CangkringVillages, [cad??g]located atTP 2,7,8,9,10,11and16those areSingkalan, Watu Tulis, Prambon, Wangkal, Tambak Rejo, GelamandKedung PandanVillages and[gantr??]located atTP 12,13,and 14those areKedungPeluk, CemandiandKalanganyarVillages. Phonological variations found as many as 30variations; one of them is in the word “timur” which has two variations of differences,namely[w?tan]located atTP 1,3,4,5,6,7,8,10,11,12,14and16those areBakalanWringinpitu, Kecamatan Tarik, Krian, Prambon, Candi, KalanganyarandSedatiVillages.Then,[?tan]located atTP 2,8,13,15those areSingkalan, Prambon, CemandiandKedung CangkringVillages. Keywords:Dialectic Geography,Javanese Language,Dialectology,LexiconVariations,Phonological Variations.

Detail Jurnal