Detail Karya Ilmiah

  • Relasi Kuasa Juragan dan Buruh Nelayan (Studi Kasus di Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep)
    Penulis : Amaniyah
    Dosen Pembimbing I : Yudhi Rachman S.Sos.,M.Sosio.,
    Dosen Pembimbing II :
    Abstraksi

    ABSTRAK Amaniyah, NIM 150521100120, Program Studi Sosiologi, Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya, Universitas Trunojoyo Madura, Skripsi ini tentang Relasi Kuasa Juragan dan Buruh Nelayan Pasongsongan, Bimbingan Yudhi Rachman S.Sos M.Sosio. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk struktur nelayan di Pasongsongan serta peran dan hubungan antara juragan dan buruh nelayan dikecamatan Pasongsongan, kabupaten Sumenep selama ini. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori relasi kuasa yang dikemukakan oleh Michelle Foucault beranggapan bahwa kekuasaan merupakan satu dimensi dari relasi, sehingga dimana ada relasi, disana ada kekuasaan. Namun, kekuasaan dalam pemikiran Foucault bukanlah institusi, struktur atau kekuatan dalam masyarakat, kekuasaan tidak selalu beroperasi pada kawasan negatif dan represif namun justeru beroperasi pada tataran positif dan produktif, sebab kekuasaan selalu menciptakan pengetahuan yang pada gilirannya memunculkan kebenarannya sendiri. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah observasi, wawancara serta dokumentasi. Informannya dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Sedangkan analisis data menggunakan teknik Miles dan Huberman. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi kuasa juragan dan buruh nelayan di kecamatan Pasongsongan terjadi karena adanya ketergantungan dari pihak buruh nelayan kepada juragan, ketergantungan tersebut melahirkan kepatuhan dari buruh nelayan kepada juragan, meskipun tanpa adanya penekanan dari pihak juragan. Buruh nelayan menerima segala ketentuan yang ditetapkan oleh juragan sebagai bagian dari kewajaran karena buruh nelayan menyadari bahwa ketentuan tersebut sudah berlaku untuk jangka waktu yang lama. Kewajaran tersebut kemudian juga diterima sebagai kebenaran yang harus dijalankan bersama-sama dengan sebagaimana mestinya, dengan tanpa penolakan dan perlawanan dari juragan atau bahkan buruh nelayan. Kata kunci : Relasi Kuasa, Juragan, Buruh Nelayan

    Abstraction

    ABSTRACT Amaniyah, NIM 150521100120, Sociology Study Program, Department of Social and Cultural Sciences, Faculty of Social and Cultural Sciences, University of Trunojoyo Madura, This thesis is about the Relationship between Skills and Workers of Pasongsongan Fishermen, Guidance Yudhi Rachman S.Sos M.Sosio. The purpose of this study was to determine the shape of the fishing structure in Pasongsongan as well as the role and relationship between skipper and fisherman laborers in the Pasongsongan sub-district, Sumenep district so far. The theory used in this study is the theory of power relations put forward by Michelle Foucault, assuming that power is one dimension of relations, so that where there is a relationship, there is power. However, power in Foucault's thinking is not an institution, structure or power in society, power does not always operate in negative and repressive areas but precisely operates at a positive and productive level, because power always creates knowledge which in turn raises its own truth. Data collection methods used in this study were observation, interviews and documentation. The informants were selected using the purposive sampling method. While data analysis uses the techniques of Miles and Huberman. The technique of checking the validity of the data using source triangulation. The results showed that the power relations between skipper and fishermen in Pasongsongan sub-district occurred because of dependence on the part of fishermen laborers on the skipper, this dependence gave birth to compliance from fishermen laborers to the skipper, even without the boss's emphasis. Workers of fishermen accept all the provisions stipulated by skipper as part of reasonableness because fishermen workers realize that these provisions have been valid for a long time. The fairness is then accepted as a truth that must be carried out together as it should, with no resistance and resistance from the boss or even the fishermen's labor. Keywords: Power Relations, Skipper, Fishermen Workers

Detail Jurnal