Detail Karya Ilmiah

  • Abstraksi

    ABSTRAK Debby Sintiya Rini. 15.05.211.00.108. Program Studi Sosiologi Konstruksi Sosial Tradisi Ndudut Mantu (Studi Kasus Cara Peminangan Perempuan terhadap Laki-laki di Desa Sungelebak Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan). Tujuan penelitian dilakukan adalah untuk mengetahui konstruksi sosial cara peminangan perempuan terhadap laki-laki di Desa Sungelebak. Hal ini dikarenakan masyarakat Desa Sungelebak masih tetap melakukan tradisi secara turun-temurun yang berbeda dengan daerah lain dalam hal peminangan. Analisis teori yang digunakan adalah menggunakan Konstruksi Sosial Peter Berger, dimana proses konstruksi sosial terjadi melalui tiga tahap dialektis, yaitu eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat sudah terkonstruksi atau memiliki kepercayaan yang kuat dengan adanya tradisi peminangan perempuan kepada laki-laki. Tradisi ini terdapat nilai dan norma yang harus diikuti oleh masyarakat, salah satunya yaitu jika ada yang melanggar, maka akan mendapatkan sanksi sosial berupa gunjingan dan teguran langsung dari masyarakat. Konstruksi sosial pada masyarakat Desa Sungelebak terjadi melalui tiga proses yaitu eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi. Pertama eksternalisasi dapat dilihat masyarakat berada dalam lingkungan yang dari dulu selalu menerapkan tradisi peminangan perempuan kepada laki-laki sebagai suatu adat yang selalu dilakukan dalam proses pernikahan. Peran dari lingkungan terdekat seperti lingkungan sosial, tempat tinggal dengan keluarga sangat berpengaruh terhadap apa yang diketahui oleh masyarakat. Kedua objektivasi merupakan hasil dari eksternalisasi berupa aturan yang melembaga. Dengan adanya kepercayaan yang sudah kuat, maka setiap aturan tersebut harus diikuti oleh masyarakat. Ketiga internalisasi merupakan pemaknaan subjektif dari individu terhadap suatu hal, dapat dilihat dari masyarakat yang melakukan kebiasaan tradisi ndudut mantu tersebut. Kata Kunci : Konstruksi Sosial, Tradisi, Ndudut Mantu, Peminangan

    Abstraction

    ABSTRACT Debby Sintiya Rini. 15.05.211.00.108. Sociology Study Program Social Construction of Ndudut Mantu Tradition (Case Study about the Way of Managing Women towards Men in Sungelebak Village, Karanggeneng District, Lamongan Regency). The aims of the research is to find out the social construction of the way of managing women towards men in Sungelebak Village. This is because the people of Sungelebak Village still carry out traditions from generation to generation that are different from other regions in term of specialization. The theoretical analysis used is using the Social Construction of Peter Berger, where the process of social construction occurs through three dialectical stages, are externalization, objectivation and internalization. The research method uses qualitative with the type of case study research. The informant selection technique uses purposive sampling. The techniques of collecting data use observation, interviews and documentation. Data analysis techniques use data reduction, data presentation and drawing conclusion. The data validity technique uses source triangulation. The results of the study show that the community has been constructed or has a strong belief in the existence of a tradition of the managing women towards men. This tradition has values and norms that must be followed by the community, one of which is if someone violates, it will get social sanction in the form of gossip and reprimand directly from the community. Social construction in the Sungelebak Village community occurs through three processes, are externalization, objectivation and internalization. First, the externalization can be seen by the community in an environment that has always applied the tradition of women to men as a custom that is always carried out in the marriage process. The role of the closest environment such as the social environment, place of residence with family is very influential on what is known by the community. Both of objectivations are the result of externalization in the form of institutionalized rules. With the existence of trust that is already strong, then each rule must be followed by the community. The third internalization is the subjective meaning of the individual towards a matter, can be seen from the people who carry out the customary practices of the Ndudut Mantu. Keywords : Social Construction, Tradition, Ndudut Mantu, Marriage Proposal

Detail Jurnal