Detail Karya Ilmiah

  • Konstruksi Sosial Tradisi Sunat Perempuan oleh Dukun Bayi (Studi Fenomenologi di Desa Ellak Laok Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep)
    Penulis : Zahrotul Jannah
    Dosen Pembimbing I : Bangun Sentosa D.H., P.Hd
    Dosen Pembimbing II :-
    Abstraksi

    ABSTRAK Zahrotul Jannah. 15.05.211.00087. Program Studi sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Universitas Trunojoyo Madura. Konstruksi Sosial Tradisi Sunat Perempuan oleh Dukun Bayi (Studi Fenomenologi di Desa Ellak Laok Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep) di bawah bimbingan Bangun Sentosa D. Haryanto, S.Sos., M.Si., Ph.D. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konstruksi sosial tradisi sunat perempuan yang dilakukan oleh Dukun Bayi di Desa Ellak laok Kecamatan Lenteng kabupaten Sumenep. Disini akan dijelaskan tentang bagaimana proses sunat perempuan yang dilakukan oleh Dukun Bayi dan faktor apa saja yang membuat masyarakat tetap melakukan praktik sunat perempuan kepada Dukun Bayi, dengan menggunakan analisis teori Konstruksi Sosial dari Berger dan Luckman melalui proses eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi. Subjek dari penelitian ini adalah Dukun Bayi dan masyarakat Desa Ellak Laok dengan karakteristik tertentu yang sudah ditetapkan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara serta dokumentasi. Informan dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode analisa yang dikemukakan oleh Miles dan Haberman yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Data diperiksa keabsahannya dengan menggunakan triangulasi sumber. Penelitian ini berlokasi di Desa Ellak Laok Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep. Hasil penelitian menunjukkan dari temuan tentang proses konstruksi sosial tradisi sunat perempuan oleh Dukun Bayi dimulai adanya proses eksternalisasi yaitu adaptasi diri atau pembiasaan yang terjadi pada masyarakat Desa Ellak Laok Kemudian dilanjutkan dengan proses objektivasi yakni tahapan dimana masyarakat telah dan mulai terbiasa melakukan sunat perempuan kepada Dukun Bayi. Dan yang terakhir proses internalisasi yakni masyarakat Desa Ellak Laok dengan sendirinya melakukan tradisi sunat perempuan hanya kepada Dukun Bayi dan akan muncul kekhawatiran jika tidak melakukannya, yang biasa disebut dengan kesadaran subyektif. Kata kunci : konstruksi sosial, sunat perempuan, Dukun Bayi, Sumenep

    Abstraction

    ABSTRACT Zahrotul Jannah. 15.05.211.00087. Sosiology Study Program, Faculty of Social and Cultural Sciences, University of Trunojoyo Madura. Social construction of the female circumcision tradition by dukuns (Phenomenoligy Study in Ellak Laok Village, Lenteng subdistrict, Sumenep district). Under the guidance of Build Sentosa D. Haryanto, S. Sos., M.Sc., Ph.D. The purpose of this study is to find out how the social construction of the female circumcision tradition is performed by the Midwife in Ellak laok Village, Lenteng District, Sumenep Regency. This study explains about how the process of female circumcision which is performed by Midwife and what factors that make the society to practice of female circumcision to Midwife. This study using Social Construction theory analysis from Berger and Luckman through three processes. The processes are externalization, objectivation and internalization. The subjects of this study are the Midewife and the society of Ellak Laok Village with particular characteristics that had determined. This study uses a qualitative descriptive method with a phenomenological approach. The methods of collecting data using observation, interview and documentation. Informants are selected through the purposive sampling method. The writer uses Miles and Haberman theory to get the data which through data reduction, data presentation and conclusions. The validity of data is checked through source triangulation. Then, the location of this study in Ellak Laok Village, Lenteng District, Sumenep Regency. The finding of the study showed that the process of social tradition construction of circumcision of female babies practiced by a traditional practitioner starts from externalization process, a process through which the society of Ellak Laok village is introduced and gradually get accustomed to the mentioned tradition. Then, it continues to the stage of objectivation. On this stage, the society had been accustomed to handing the circumcising of their female babies to a traditional practitioner. The last process is internalization process. Through this process, the society of Ellak Laok village performs the circumcision of their female babies by handing them to the traditional practitioner based on their own awareness. Moreover, if they do not perform the tradition, regardless their reasons, they will be concerned on that disobedience, which is, terminologically, called subjective awareness. Key words: social construction, female circumcision, Midwife, Sumenep

Detail Jurnal