Detail Karya Ilmiah

  • makna tradisi bubak kawah dalam acara pernikahan adat jawa (studi fenomenologi desa mojokendil kecamatan ngronggot kabupaten nganjuk)
    Penulis : moh, fatkah aripin
    Dosen Pembimbing I : merlia indah prastiwi,S,Sos.,M.Sosio
    Dosen Pembimbing II :
    Abstraksi

    Moh, Fatkah Aripin, NIM 150521100055, Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Budaya, Universitas Trunojoyo Madura. Skripsi tentang “Makna Tradisi Bubak Kawah dalam Acara Pernikahan Adat Jawa (Studi Fenomenologi Desa Mojokendil Kecamatan Ngronggot Kabubapten Nganjuk)” Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna tradisi bubak kawah dalam pernikahan adat jawa, dalam penelitian ini menggunakan teori intraksionisme simbolik dari Herbert Blumer, penelitian ini menggunakan penelitian Kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi, jenis data yang di gunaka dalam penelitian menggunakan data Primer dan data Sekunder, teknik penentuan informan menggunakan Proposiv Sempling, teknik keabsahan data menggunakan Trianggulasi Sumber. Hasil penelitian ditemukan proses upacara tradisi bubak kawah dalam acara pernikahan adat jawa di kalangan masyarakat Desa Mojokendil ternyata mengandung makna religius dan spiritual. Hal tersebut dapat dilihat dari makna dan simbol-simbol yang digunakan dalam tradisi bubak kawah. Misal makna tradisi bubak kawah tersebut agar kemanten selalu diberikan keharmonisan dalam berumah tangga, kelancaran rezeki, kesehatan , dan segera diberi mongmongan dan apabila nanti gak melaksanakan tradisi tersebut maka akan ada musibah yang menimpa keluarga. Sedangakan simbol-simbol yang digunakan dalam tradisi bubak kawah misalnya dua kendi putih sebagai tanda kedua orang tua, isi dalam kendi yang berisikan hasil bumi seperti polowijo, umbi-umbian, pisang dan sebaginya merupakan tanda sebagi rezeki yang di berikan orang tua kepada anak, barang polowijo kawak (lama) sebagai tanda agar kemanten bisa harmonis seperti kemanten terdahulu. Makna-makna yang terkandung dalam tradisi mbubak kawah dan juga simbol-simbol yang dipakai dalam menjalankan tradisi bubak kawah tidak lepas dari argumen masyarakat yang menyatakan bahwa suatu benda tersebut memiliki nilai tertentu. Kata Kunci : Makna, Tradisi, Bubak Kawah

    Abstraction

    Moh, Fatkah Aripin, NIM 150521100055, Sociology Study Program, Faculty of Social and Cultural Sciences, University of Trunojoyo Madura. Thesis about "Bubak Kawah Tradition in Javanese Traditional Wedding Events (Phenomenology Study of Mojokendil Village, Ngronggot District, Nganjuk Regency)" The aim of this study is to determine the meaning of bubak kawah tradition in Javanese custom marriage. This study used the theory of symbolic interactionism by Herbert Blumer. This study used qualitative research with a phenomenological approach. The type of data used in research areprimary data and secondary data. The technique of determining the informants is using Sempling Proposal while the technique of the datavalidity is using Trianggulasi Sumber. The results of the study shows that the ceremonial process of bubak kawah tradition in Javanese traditional weddings among the Mojokendil villagers turned out to contain religious and spiritual significance. These can be seen from the meanings and symbols used in the bubak kawah tradition. For instance, the meaning of the bubak kawah it self is a wish to the bridegroom to always be given harmony in their household, the great in income, health, and get off spring immediately but if that bridegroom do not carry out the tradition, there will be a disaster that befalls their family. Mean while the symbols used in the tradition of bubak kawah are, two white jugs as a sign of the parents, the content in that jar are crops, tubers, bananas and etc are a sign of the provision given by parents to children, the old crops as a sign that the bridegroom can be harmonious like the bridegroom from the ancient times. The meanings contained in the tradition of bubak kawah and also the symbols used in it carrying out the tradition are inseparable from the society's argument which states that an object always has a certain value. Keywords: Meaning, Tradition, Bubak Kawah

Detail Jurnal