Detail Karya Ilmiah

  • PRA STUDY KELAYAKAN PENDIRIAN MINIPLANT PENGOLAHAN LIMBAH PLASTIK (Studi Kasus Pemerintahan Kota Surabaya)
    Penulis : Intan Fitriyani
    Dosen Pembimbing I : Ari Basuki, S.T., M.T
    Dosen Pembimbing II :Mu'alim, S.T., M.T
    Abstraksi

    TPA-Benowo merupakan tempat pembuangan sampat pusat yang berada di Kota Surabaya. Setiap hari TPA-Benowo tersebut menerima sampah plastik sebanyak 316 ton per hari. Sampah tersebut terbagi menjadi beberapa jenis yang terdiri dari botol minuman, tutup botol minuman dan galon, paralon, gelas plastik, bak hitam dan jerigen. Adanya potensi ketersediaan bahan baku dan potensi pasar yang masih terbuka maka diperlukan sebuah inovasi baru untuk mendaur ulang sampah plastik menjadi sebuah bentuk sebagai bahan dasar untuk keperluan dekorasi maupun furniture, maka akan dikaji analisis kelayakan miniplan untuk mendirikan pabrik pengolahan limbah plastik menjadi papan plastik yang dapat menambah nilai dari produk yang digunakan untuk industri ditingkat selanjutnya ditinjau dari aspek pasar, teknis, manajemen dan finansial. Miniplan ini akan didirikan di dekat TPA-Benowo diatas tanah seluas 200 m2. Miniplan tersebut akan beroperasi selama 8 jam/hari dengan jumlah karyawan sebanyak 21 orang. Modal awal yang akan dikeluarkan yaitu sebanyak Rp 1.888.816.147. modal tersebut akan kembali selama 4 tahun 135 hari dengan discoun factor sebesar 7% didapatkan NPV (Net Present Value) sebesar Rp. 1.255.931.247 dengan IRR (Internal Rate of Return) sebesar 22%. Nilai-nilai tersebut dapat membuktikan bahwa pendirian miniplan tersebut layak untuk didirikan. Kata kunci: Limbah plastik, papan plastik, analisis kelayakan.

    Abstraction

    TPA-Benowo is a dumping point for the central sampat in the city of Surabaya. Every day, the TPA-Benowo receives 316 tons of plastic waste per day. The garbage is divided into several types consisting of beverage bottles, beverage bottle caps and gallons, paralon, plastic cups, black tubs and jerry cans. The existence of the potential availability of raw materials and market potential that is still open, a new innovation is needed to recycle plastic waste into a form as a basic material for decoration and furniture. add value to the products used for industry at the next level in terms of market, technical, management and financial aspects. This Miniplan will be erected near TPA-Benowo on an area of 200 m2. The Miniplan will operate for 8 hours / day with 21 employees. The initial capital to be issued is as much as Rp 1,888,816,147. the capital will return for 4 years 135 days with a 7% discoun factor, which will get a NPV (Net Present Value) of Rp. 1,255,931,247 with an IRR (Internal Rate of Return) of 22%. These values can prove that the establishment of the miniplan is worthy of being established. Keywords: Plastic waste, plastic board, feasibility analysis.

Detail Jurnal