Detail Karya Ilmiah

  • SISTEM PENGELOLAAN PRODUKSI BANK SAMPAH LAVENDER BANGKALAN
    Penulis : Ach.Zulfan.a
    Dosen Pembimbing I : Faidal, S.E., M.M
    Dosen Pembimbing II :
    Abstraksi

    ABSTRAK Persoalan sampah tidak henti hentinya untuk dibahas, karena berkaitan dengan pola hidup serta budaya masyarakat itu sendiri. Kabupaten Bangkalan adalah salah satu Kabupaten yang mengalami pertumbuhan penduduk dan ekonomi yang cukup memicu meningkaknya kegiatan jasa, industri, bisnis dan sebagainya di wilayah Bangkalan sehingga akan memicu meningkatnya produksi limbah buangan atau sampah. Kabupaten Bangkalan dengan luas wilayah 1.260,14 km2 yang berada dibagian paling barat dari Pulau Madura terletak diantara koordinat 1120 40'06" - 1130 08'04" Bujur Timur serta 60 51'39" - 70 11'39" Lintang Selatan. Dengan luas wilayah yang sangat luas volume sampah di Bangkalan relatif tinggi, setiap hari tumpukan sampah mencapai 216 meter kubik, Sampah sebanyak itu berasal dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan beberapa pasar di Bangkalan, “Setidaknya sampah yang dikirim ke TPA (tempat pembuangan akhir) mencapai 216 meter kubik perhari, Dengan jumlah pengangkutan 33 kali perhari,”.Meningkatnya produksi sampah tanpa sistem pengolahan yang tepat menjadi alasan tidak terciptanya lingkungan yang bersih. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Kualitatif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Kualitatif dengan menggunakan metode dimana peniliti adalah sebagai instrument kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan nowbaal, teknik pengumpulan dengan trianggulasi (gabungan, analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penilitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi terhadap sistem pengelolaan sampahan di Kabupaten Bangkalan khususnya di Bank Sampah Lavender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, sistem pengelolaan produksi Bank Sampah Lavender tersistem dengan cukup baik, beberapa tahapan pengelolaan produksi di Bank Sampah Lavender yakni pemilahan sampah menurut karakteristik sampah, serta sarana pengumpulan, pengangkutan, hingga pemanfaatan sampah untuk di daur ulang. Kata kunci : Pengelolaan sampah, Kabupaten Bangkalan

    Abstraction

    ABSTRACT The problem of waste is incessant to be discussed, because it relates to the pattern of life and culture of society itself. Bangkalan regency is one of the districts that have sufficient population and economic growth triggering the increasing of service, industry, business and so on activities in Bangkalan area so that it will trigger the increasing production of waste or garbage. Bangkalan Regency with an area of 1,260.14 km2 located on the westernmost part of Madura Island is located between the coordinates of 1120 40'06 "- 1130 08'04" east longitude and 60 51'39 "- 70 11'39" south latitude. With a very wide area of waste volume in Bangkalan relatively high, everyday piles of garbage reaches 216 cubic meters, Trash as much as it comes from Temporary Shelter (TPS) and some markets in Bangkalan, "At least the garbage sent to TPA (landfill ) reached 216 cubic meters per day, with the amount of transportation 33 times per day, ". Increased waste production without proper processing system is the reason for not creating a clean environment. This research is a kind of qualitative research. This research is a type of qualitative research by using the method where the researcher is a key instrument, sampling of data source is done purposively and nowbaal, collecting technique with triangulation (combination, data analysis is inductive / qualitative, and qualitative research more emphasize the meaning of generalization to the waste management system in Bangkalan Regency especially in Lavender Trash Bank The results of the research show that the production system of Lavender Trash Bank is well systemized, several stages of production management in Lavender Trash Bank are waste segregation according to garbage characteristic, as well as means of collecting, transporting, until the utilization of waste for recycling. Keywords: Waste Management, Bangkalan District

Detail Jurnal