Detail Karya Ilmiah

  • Abstraksi

    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap informasi-informasi tentang praktik akuntansi sederhana yang dilakukan oleh petani tembakau dan penentuan sistem bagi hasil yang diterapkan di Desa Polagan karena tiap daerah itu berbeda-beda. Tembakau merupakan tanaman yang memiliki potensi yang besar yang ada di pulau madura dan menjadi sumber pendapatan petani yang dapat menginspirasi peneliti untuk ditelitii terkait petani tembakau jika dilihat dari aspek akuntansinya. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi transendental. Pendekatan tersebut dipilih untuk leluasa dalam menceritakan pengalaman informan sendiri dan untuk menggali informasi realita dibalik fenomena tersebut. Informan dalam penelitian ini ada dua yaitu informan kunci yaitu petani tembakau dan informan pendukung yaitu pemilik tanah. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Polagan Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan. Praktik akuntansi dan sistem bagi hasil memiliki perspektif yang berbeda-beda, sesuai dengan persepsi petani dan tiap daerah sistem bagi hasil yang digunakan juga berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Akuntansi selalu melekat pada realita sosial dan dimana akuntansi itu dipraktekkan. Akuntansi yang ada di lingkungan petani sangat berbeda dengan akuntansi pada umumnya yaitu dapat dimulai dari aset atau modal yang paling berharga berupa tanah atau lahan, karena tanpa adanya tanah maka tidak dapat melakukan aktivitas pertanian. Modal untuk pengeluaran biaya-biaya seperti biaya benih, tenaga kerja, pupuk, memetik, mengiris, dan biaya panen. Kewajiban (utang) dilakukan jika kurangnya modal. Penerimaan setelah panen yang berupa uang (kas) sehingga mendapatkan keuntungan atau kerugian kemudian dibagikan sesuai dengan sistem bagi hasil yang disepakati. Bentuk pencatatan berupa akuntansi pikiran atau ingatan saja dan sebatas coretan sederhana. Selain itu, juga terdapat dua macam sistem bagi hasil yang dijalankan di Desa Polagan Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan yaitu sistem paron dan tellon. Sistem paron yaitu biaya ditanggung bersama oleh pemilik tanah dan terkait dengan pembagian hasil pada sistem paron ini sama-sama mendapatkan setengah-setengah (1/2:1/2) antara petani penggarap dengan pemilik tanah. Sedangkan pada sistem tellon, biaya ditanggung semua oleh petani penggarap dan terkait pembagian hasil petani penggarap lebih banyak yaitu mendapatkan 2/3 sementara bagi pemilik tanah mendapatkan 1/3. Kata Kunci: Petani Tembakau, Praktik Akuntansi Sederhana, Sistem Bagi hasil

    Abstraction

    This study aims to reveal information about simple accounting practices carried out by tobacco farmers and the determination of the profit sharing system applied in Polagan Village because each region is different. Tobacco is a plant that has great potential on the island of Madura and is a source of farmers' income that can inspire researchers to study tobacco farmers when viewed from the accounting aspect. The type of research used is qualitative with a transcendental phenomenology approach. The approach was chosen to be free in sharing the experiences of the informants themselves and to explore information on the reality behind the phenomenon. The informants in this study were two key informants namely tobacco farmers and supporting informants namely land owners. The location of this research was conducted in Polagan Village, Galis Subdistrict, Pamekasan Regency. Accounting practices and profit sharing systems have different perspectives, according to the perceptions of farmers and each system area for profit sharing is also different. The results of the study show that Accounting is always attached to the social reality and where accounting is practiced. Accounting in the farmer's environment is very different from accounting in general, which can be started from the most valuable assets or capital in the form of land or land, because without land, it cannot carry out agricultural activities. Capital for expenses such as seed costs, labor, fertilizer, picking, slicing, and harvest costs. Liabilities (debt) are carried out if there is a lack of capital. Receipts after harvest in the form of money (cash) so that the gain or loss is then distributed according to the agreed profit sharing system. The form of recording takes the form of accounting for mind or memory and is limited to simple strokes. In addition, there are also two types of profit sharing systems that are implemented in Polagan Village, Galis Sub-District, Pamekasan Regency, namely the paron and tellon systems. The paron system, which is the cost borne jointly by the landowners and related to the distribution of proceeds on the paron system, is equally half-paid (1/2: 1/2) between sharecroppers and landowners. Whereas in the tellon system, all costs are borne by the cultivating farmers and more related to the distribution of the results of the sharecropper farmers is to get 2/3 while the landowners get 1/3. Keywords: Tobacco Farmers, Simple Accounting Practices, Profit Sharing Systems

Detail Jurnal