Detail Karya Ilmiah

  • Abstraksi

    Batik Tanjungbumi merupakan salah satu batik yang terkenal di madura yang memiliki ciri khas yang beragam. Didesa Tlangoh merupakan salah satu tempat pengrajin batik Tanjungbumi. Sistem kerjanya yaitu, dimana si pengusaha atau pemilik sentra batik memperkerjakan orang untuk membatik dengan ketentuan, si pengusaha hanya memberikan kain kosong yang sudah terpola, kemudian si pembatik memberi motif kain tersebut, sedangkan bahanbahan lainnya dari si pembatik itu sendiri. Kemudian si pengusaha memberikan upah kepada si pembatik jika ia sudah menyelesaikan per kainnya. Untuk ketentuan upah sama rata walaupun motif yang dibatik berbeda-beda tingkat kesulitannya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem pengupahan pada pekerja Batik Tanjungbumi dan untuk mengetahui keadilan upah pada pekerja batik tanjungbumi dalam perspektif ekonomi Islam. Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. Data primer dari penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara sedangankan data skunder diperoleh dari sumber pustaka berupa buku, artikel, jurnal maupun website. Teknik analisis data yang digunakan ialah data reduction (reduksi data), data display (penyajian data) dan verification atau penarikan kesimpulan. Hasil analisis data dari penelitian ini menggunakan beberapa indikasi atau penilaian terhadap keadilan pengupahan dalam ekonomi Islam yaitual-‘ada>lah(adil),melindungi kepentingan dua pihak, perencanaan upah yang adil, standarisasi upah dan mengekploitasi pekerja. Berdasarkan fakta yang terjadi dan kemudian dianalisa berdasarkan teori keadilan dalam ekonomi islam, bawasanya terjadi kesenjangan sistem pengupahan pada pekerja batik Tanjungbumi. Sehingga dapat disimpulkan pengupahan yang terjadi tidak sesuai dengan prinsip keadilan dalam perspektif ekonomi Islam KATA KUNCI: KeadilanUpah, Batik Tanjungbumi

    Abstraction

    Batik Tanjungbumi is one of the famous batik in Madura which has a diverse characteristic. DesaTlangoh is one of the craftsmen of batik Tanjungbumi. The working system is the owner of batik center employs people to make batik with the provisions: the owner of batik center only gives a blank cloth that has been patterned, and the employs will give the cloth some batik motif, while the others materials is from the employ itself. After that, the owner of batik center will gives fee to the employ if he has finished his work. For the provision of the fee is equal even if the batik motif has a different level of difficulty. The purpose of this research is to know the payment fee system on batik Tanjungbumi workers and to know the justice of payment fee system on Tanjungbumi batik workers in the perspective of Islamic economy. This research is a type of qualitative research. Primary data of this research is obtained from interview, and the secondary data obtained from literature sources like a books, articles, journals and websites. The data analysis techniques is used data reduction, data presentation, and verification or drawing conclusions. The results of data analysis from this study is use some indication of justice payment fee system in Islamic economy which is al-‘ada>lah (fair), protect both of two side part, fair fee payment planning, wage standardization and exploitation of workers. Based on the facts that occur and analyzed based on the theory of justice in Islamic economics, there is a gap of fee payment system occurs of batik workers in Tanjungbumi. So it can be concluded that fee payment system are not in accordance with the principle of justice in the perspective of Islamic economics. KEYWORD : Justice of payment fee system, Batik Tanjungbumi

Detail Jurnal