Detail Karya Ilmiah

  • Abstraksi

    Pada tahun 2016, DSN-MUI sebagai lembaga yang bertugas memberikan fatwa keuangan ?syariah mengeluarkan fatwa yang mengatur tentang wakaf manfaat asuransi dan manfaat investasi ?pada asuransi jiwa syariah yakni Fatwa DSN-MUI No.106 Tahun 2016. Oleh karena itu, penelitian ini ?menganalisis fatwa tersebut menggunakan metode maqasid al-shari’ah. Metode penelitian yang ?digunakan adalah penelitian kualitatif untuk jenis penelitian pustaka (library research) yang mana ?bersifat deskriptif analisis dengan menggambarkan kejadian yang terjadi kemudian menganalisanya. ?Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan dan teknik analisis datanya ?menggunakan metode induktif bersamaan dengan pengumpulan data melalui berbagai sumber dari ?kepustakaan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa jika dilihat dari tingkat kemaslahatan ?daruriyyah, hajiyyah dan tahsiniyyah maka fatwa DSN-MUI No.106 Tahun 2016 tentang wakaf ?manfaat asuransi dan manfaat investasi pada asuransi jiwa syariah ini berada dalam tingkatan ?hajiyyah, karena mewakafkan manfaat asuransi ini merupakan salah satu kebutuhan yang harus ?dipenuhi guna mempermudah calon penerima wakaf jika terjadi kecelakaan atau hal lain yang ?mengancam jiwanya. Begitu juga dengan wakaf manfaat investasi yang hampir sama dengan ?mewakafkan harta milik pribadi yang diperbolehkan oleh para ulama’ guna mempermudah ?kepentingan manusia pada umumnya.? Kata Kunci: maqasid al-shari’ah, wakaf, Fatwa DSN-MUI No.106 Tahun 2016, manfaat asuransi, ?manfaat investasi.?

    Abstraction

    In 2016, DSN-MUI as the institution tasked with providing Islamic finance fatwas issued a ?fatwa which regulates the insurance benefits and benefits of investment in sharia life insurance, ?namely DSN-MUI Fatwa No.106 of 2016. Therefore, this study analyze the fatwa using the method ?maqasid al-shari’ah. The research method used is qualitative research for the type of library research ??(library research) which is descriptive analysis by describing what happened then analyzing it. The ?approach used is the legislation approach and data analysis techniques using inductive methods ?together with data collection through various sources from the literature. The results of this study ?concluded that when viewed from the level of benefit daruriyyah, ha jiyyah and tahsiniyyah then the ?DSN-MUI fatwa No.106 of 2016 concerning the endowments of insurance benefits and the benefits ?of investment in sharia life insurance this is in the level of hajiyyah, because benefiting this insurance ?benefit is one of the needs that must be fulfilled in order to facilitate prospective waqf recipients in the ?event of an accident or other things that threaten their lives. Likewise with the endowments of ?investment benefits that are almost the same as forgiving private property that is permitted by the ?ulamas' to facilitate human interests in general.? Keywords: maqasid al-shari'ah, endowments, DSN-MUI Fatwa No.106 of 2016, insurance benefits, ?investment benefits

Detail Jurnal