Detail Karya Ilmiah

  • Kepercayaan Masyarakat Terhadap Dukun Siwer (Dukun Tolak Hujan) Di Desa Sumber Kerang Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo
    Penulis : AHMAD ALFAN SANUSI
    Dosen Pembimbing I : Bangun Sentosa D.H., S.Sos., M.Si., Ph.D.
    Dosen Pembimbing II :
    Abstraksi

    ABSTRAK Ahmad Alfan Sanusi, 140521100107. Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Dan Budaya, Universitas Trunojoyo Madura. Kepercayaan Masyarakat Terhadap Dukun Siwer Di Desa Sumber Kerang Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo di bawah bimbingan Bangun Sentosa D.H., S.Sos., M.Si., Ph.D. Masyarakat desa Sumber Kerang, kecamatan Gending, kabupaten Probolinggo mempercayai adanya kekuatan gaib yang disebut tahayyul. Kekuatan-kekuatan tersebut dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Salah satunya yaitu mempercayai adanya dukun tolak hujan (siwer) guna untuk memberikan keselamatan, kelancaran, mencegah turunnya hujan pada saat acara diberlangsungkan. Berdasarkan rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana kepercayaan masyarakat desa Sumber Kerang terhadap dukun siwer. Teori yang digunakan yaitu Max Weber dengan empat tipe tindakan sosial diantaranya, tindakan rasionalitas instrumental, tindakan rasionalitas nilai, tindakan afektif, dan tindakan tradisional. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yaitu memaparkan dan menjelaskan kepercayaan masyarakat desa Sumber Kerang terhadap dukun siwer. Teknik penelitian dengan tahap observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan melakukan reduksi, penyajian, dan simpulan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat di simpulkan bahwa masyarakat percaya terhadap kekuatan mistis dengan mencari jalan keluarnya melalui dukun, misalnya dukun siwer. Masyarakat desa sumber kerang kecamatan gending kabupaten probolinggo mengikuti kebiasaan orang-orang terdahulu atau nenek moyangnya ketika mengadakan acara atau kegiatan sakral semisal acara pernikahan selalu menggunakan jasa dukun siwer. Masyarakat di desa tersebut lebih mendahulukan nilai sosial dari orang yang lebih tua di bandingkan dengan nilai agama yang di milikinya.Masyarakat percaya dengan menggunakan jasa dukun siwer tersebut biaya yang di pakai dalam melaksanakan kegiatan tersebut tidak terlalu besar dan juga percaya bahwa acara akan berjalan dengan lancar. Kata Kunci: Dukun, Tolak Hujan, Dukun, Siwer, Probolinggo.

    Abstraction

    ABSTRACT Ahmad Alfan Sanusi, 140521100107. Sociology Study Program Faculty of Social Science and Culture, University of Trunojoyo Madura. The Community’s Belief in Siwer Shaman at Sumber Kerang Village Gending District Probolinggo Regency under the supervision by Bangun Sentosa D.H., S.Sos., M.Si., Ph.D. The community in Sumber Kerang village, Gending district, Probolinggo regency believes in the existence of supernatural power like superstition. These powers are used by some people to attain certain objectives. One of them is believing dukun siwer (shaman in rejecting the rain) who makes the event is safe, well-conducted and keeps the rain away. Based on the research problem formulated in this research of how Sumber Kerang community’s belief in rain shaman (siwer) is’. Max Weber theory with four types of social actions covering; instrumental rational, value rational, affective and traditional social actions are used. The method used is qualitative approach which describes and explains Sumber Kerang community’s belief in rain shaman (siwer). The research techniques are obesrvation, interview and documentation. Data analysis technique is conducted through reduction, presentation and conclusion. This research results concludes that most community in Sumber Kerang village, Gending district, Probolinggo regency believe in mystical power to find solution through shaman, for example siwer shaman. The community of Sumber Kerang village Gending district Probolinggo regency follows their ancestor’s habit in which when they hold an event or sacral activities, like wedding, they always use siwer shaman service. The community in the village tended to prioritize the social value from the eldest than the religious value they owned. They believe that by using the service of siwer shaman, the cost used to hold the event is not too expensive and the event will run well. Keywords: Dukun, Rejecting The Rain, Shaman, Siwer, Probolinggo.

Detail Jurnal