Detail Karya Ilmiah

  • ANALISIS IMPLEMENTASI WISATA HALAL DI KABUPATEN SUMENEP
    Penulis : RAHMANIA FITRIANI
    Dosen Pembimbing I : Dr. Eni Sri Rahayuningsih, S.E., M.E
    Dosen Pembimbing II :-
    Abstraksi

    Penelitian ini membahas tentang implementasi wisata halal di Kabupaten Sumenep. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi wisata halal yang ada di Kabupaten Sumenep. Wisata halal merupakan sebuah konsep wisata baru yang memperhatikan serta berupaya untuk memenuhi kebutuhan wisatawan muslim saat berada di destinasi wisata. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode field research dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan melalui wawancara dengan cara purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik komparatif yang membandingkan konsep wisata Nusa Tenggara Barat dengan konsep wisata Kabupaten Sumenep dan temuan peneliti dilapangan. Hasil dalam penelitian ini adalah 1) wisata halal telah diimplementasikan di Kabupaten Sumenep selama 3 tahun, 2) wisata di Kabupaten Sumenep meliputi wisata alam, wisata budaya serta wisata buatan, 3) ada destinasi yang belum menyediakan fasilitas ibadah bagi wisatawan muslim, 4) ada event-event wisata yang melanggar prinsip syariah.

    Abstraction

    This research discuss about the implementation of halal tourism in Sumenep Regency. The aim of this research is to determine the implementation of halal tourism in Sumenep Regency. Halal tourism is a recent tourism concept that concerned and filled the moslem tourism necessity in tourism destiny. The method of this research is field research with qualitative approach. This research is interviewing use purposive sampling. Data analysist of this research is comparing between Nusa Tenggara Barat tourism concept with Sumenep Regency tourism concept and the result in field. The result of this research is 1) halal tourism is implemented in Sumenep for 3 years, 2) tourism in Sumenep Regency are nature tourism, culture tourism and artificial tourism, 3) there are some destinations does not provide place to pray for moslem tourist, 4) there are some event in tourism break the sharia principle.

Detail Jurnal