Detail Karya Ilmiah

  • Variasi Leksikon Dialek Sumenep: Kajian Dialektologi.
    Penulis : FARHAH
    Dosen Pembimbing I : Khusnul Khotimah, S.S, M.Pd.
    Dosen Pembimbing II :Ahmad Jami’ul Amil, S.Pd., M.Pd.
    Abstraksi

    Bahasa sangat penting digunakan oleh masyarakat di suatu daerah tertentu untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan masyarakat lainnya. Anggota masyarakat biasanya terdiri atas berbagai status sosial dan latar belakang belakang yang berbeda. Bahasa akan terus tumbuh dan beerkembang sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan masyarakat pemakainya. Bahasa digunakan sebagai alat untuk menjalankan kehidupan bermasyarakat, penutur saling berinteraksi sehingga memunculkan variasi bahasa, oleh karena itu penelit ian ini memilih Kabupaten Sumenep yang dijadikan tempat penelitian, karena di Sumenep terdapat banyak pulau dan ada satu desa yang memakai bahasa Madura yang berbeda dibandingkan dengan desa lain yang ada pada setiap Kecamatan di Kabupaten Sumenep, sehingga saat berinteraksi terjadi variasi bahasa antara masyarakat pulau, perbatasan, dan perkotaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk kosa kata pokok bahasa di Kabupaten Sumenep, untuk mendeskripsikan pemetaan dialek bahasa Madura di Kabupaten Sumenep. Tiga informan yang dijadikan subjek dalam satu TP, yang dijadikan TP dalam Penelitian ini yakni Kecamatan Pragaan, Pasongsongan, Sumenep, Kalianget, Talango, dan Kangean. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik pancing, lanjut cakap semuka, lanjut catat, dan lanjut rekam. Data yang telah terkumpul kemudian dicek lagi pada setiap informan, dan dipetakan, kemudian dianalisis oleh peneliti.Hasil dari penelitianini yakni 142 variasi leksikon dari 200 kosa kata pertanyaan, sedangkan 58 kosa kata tidak memiliki variasi leksikon. Variasi leksikon yang ditemukan pada enam Kecamatan salah satunya yakni pada kata ‘begini’ variasi [?a?riyah] terletak pada TP 1 yakni Kecamatan Pasongsongan, variasi [d??iy?h] terletak pada TP 2 yakni Kecamatan Pragaan, variasi [pad?nah r?yah] terletak pada TP 3 yakni Kecamatan Sumenep, variasi [t?ppa?] terletak pada TP 4 yakni Kecamatan Kalianget, variasi [cara riyah] terletak pada TP 5 yakni Kecamatan Talango, dan variasi [mar?nnah] terletak pada TP 6 yakni Kecamatan Kangean. Variasi bahasa yang paling banyak ditemukan adalah di Kecamatan Kangean, karena Kecamatan Kangean adalah salah satu Kecamatan yang berada di pulau paling jauh dengan pusat kota.Sedangkan yang paling sedikit variasi bahasa yang ditemukan yakni di Kecamatan Sumenep, karena Kecamatan Sumenep adalah pusat kota Kabupaten Sumenep. Sedangkan pada Kecamatan Perbatasan hanya ditemukan sedikit variasi bahasa yakni Kecamatan Pasongsongan dan Kecamatan Pragaan. Kata Kunci: variasi leksikon, dialek Sumenep, dialektologi

    Abstraction

    Abstract: Language is very important thing thatused by people in a particular area to interact and communicate to other communities. Community members are usually consistwith a difference social status and background. The Language will be always growing and developingcoincide to the growth and development of the wearer community. The language used to ruin the social life, speakers interact to each other with new variations of language, therefore Sumenep Regency has been chosen in this study as a research site, because in Sumenep Regency there are so many islands and there is one village with different Madurese language than other villages in every district in Sumenep Regency, thus when the interaction occurs to the communities, the variation of language also occurs to island community, border, and urban. This research was a descriptive qualitative. The purpose of this study was to describing the basic vocabulary form of language in Sumenep Regency and to describing the mapping of Madurese dialect in Sumenep Regency. The informants of this research are the people of Pragaan District, Pasongsongan, Sumenep, Kalianget, Talango and Kangean. The technique of collecting data usingpancingtechnique, cakapsemuka, record, and recording. The data which have been collected will berechecked again to each informant and finally mapped. The datawill be analysed by the researchers. The results of this study are 142 lexicon variations of 200 vocabularies, while 58 vocabularieshas no lexicon variation. The variations of lexicon found in six sub-districts, such 'begini' [?a?riyah] located in TP 1,PasongsonganSubdistrict, [d??iy?h] located in TP 2, PragaanSubdistrict, [pad?nahr?yah] located in TP 3, SumenepSubdistrict, [t?ppa?] locatedin TP 4, KaliangetSubdistrict, [carariyah] located in TP 5, TalangoSubdistrict, and [mar?nnah] located in TP 6, KangeanSubdistrict. The most widely language variation found in the Kangean Sub-district, because Kangean Sub-district is one of the farthest island from the central city. On the one hand, the least variation of the language found in Sumenep District, while the slightest variation of language found in Pasongsongan and PragaanSubdistrict. Keywords: variation of lexicon, dialect of Sumenep, dialectology

Detail Jurnal