Detail Karya Ilmiah

  • INTIMACY PADA PEREMPUAN YANG BERTUNANGAN MELALUI TRADISI PERJODOHAN DI MADURA
    Penulis : Rita Karimah
    Dosen Pembimbing I : YAN ARIYANI, S.Psi., M.Psi., Psikolog
    Dosen Pembimbing II :
    Abstraksi

    Rita Karimah. 130541100125. Intimacy Pada Perempuan Yang Bertunangan Melalui Tradisi Perjodohan di Madura. Skripsi. Program Studi Psikologi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya. Universitas Trunojoyo Madura.2017. Halaman: xiv + 268 Halaman + 26 Lampiran. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap intimacy pada perempuan yang bertunangan melalui tradisi perjodohan di Madura dan faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik wawancara semi terstruktur. Subyek dipilih menggunakan metode purposive sampling yaitu 3 orang subjek MA, SS dan HO dengan kriteria yaitu berjenis kelamin perempuan, dewasa awal dengan rentang usia 20-30 tahun yang telah bertunangan melalui tradisi perjodohan minimal selama 3- 5 tahun. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis menurut Miles dan Huberman. Hasilnya menunjukkan bahwa sejak awal resmi bertunangan, MA menolak untuk dekat dengan pasangannya karena umur pasangannya yang berbeda jauh dengan subjek. Selain itu juga karena takut jika pasangannya memiliki perilaku yang sama dengan ayah pasangannya sendiri sehingga intimacy pun tidak terpenuhi dan tidak tumbuh. Sedangkan SS dan HO, mereka mau menerima pasangannya sehingga intimacy pun sempat terpenuhi dan tumbuh, akan tetapi seiring berjalannya waktu mulai menurun saat mengetahui masa lalu pasangannya. Hal tersebut karena intimacy MA dipengaruhi oleh faktor menerima pasangan tanpa syarat, sedangkan faktor rasa aman mempengaruhi intimacy SS, HO dan juga MA. Proses intimacy pada subjek dan pasangannya terjadi karena adanya komunikasi dengan saling menelepon dan mengirim SMS. Kata kunci : Intimacy, Perempuan , Pertunangan, Tradisi Perjodohan Daftar Pustaka : 37 (1986 - 2017)

    Abstraction

    Rita Karimah. 130541100125. Intimacy To Women Who Have Engaged By Matchmaking Tradition in Madura.Thesis. Psychology Study Program. Faculty of Social and Cultural Sciencess, University of Trunojoyo Madura. 2017. Pages: xiv + 268 pages + 26 appendices This study is aimed to find the intimacy description of women who have done engagement caused by tradition in Madura and the factors which affect on the intimacy. Research method used in this study is descriptive qualitative by using semi-structured interview. The subjects are chosen by purposive sampling method that is 3 subject person MA, SS and HO with the criteria of the female sex, young adult with age range 20-30 years, engaged through the matchmaking tradition of minimum for 3-5 years. The technique of analyzing the data is based on Miles and Huberman’s. The triangulations used in this study are time and source triangulation. The result of the study shows that from the outset officially engaged, MA refused to with his partner because the age of his partner is much different from the subject. But also for fear if his partner has the same behavior with his own partner’s father so the intimacy was not met and did not grow. While SS and HO, they want do accept their partner so that intimacy was fulfilled and grow, baut began do decline when knowing his partner’s past. It is because the MA intimacy is influenced Bay the factor of accepting unconditional partner, besides the sense of security factor alto influence the MA, SS and HO intimacy. The process of intimacy on the subject and partner occurs because of communications with call and send SMS. . Keywords: Intimacy, Women, Engagement, Matchmaking tradition References: 37 (1986 - 2017)

Detail Jurnal