Detail Karya Ilmiah

  • PERBANDINGAN STRUKTUR KOMUNITAS DAN POLA SEBARAN LAMUN DI PERAIRAN DESA PRANCAK KABUPATEN BANGKALAN DAN PERAIRAN DESA ROMBEN BARAT KABUPATEN SUMENEP
    Penulis : MAKHRUS ALI
    Dosen Pembimbing I : Dr. H. Agus Romadhon., SP., M.Si
    Dosen Pembimbing II :Wahyu Andy Nugraha., ST., M.Sc., P.hD
    Abstraksi

    Pulau Madura memiliki sejumlah lokasi yang diindentifikasi sebagai ekosistem lamun, utamanya di Desa Prancak Kabupaten Bangkalan dan Desa Romben Barat Kabupaten Sumenep. Berangkat dari hal tersebut penelitian ini memiliki tujuan sebagai berikut : 1) Mengetahui kualitas perairan dan subsrat. 2) Jenis lamun dan prosentase penutupan. dan 3) Strukutur komunitas serta pola sebaran di perairan Desa Prancak Kabupaten Bangkalan dan di perairan Desa Romben Romben Barat Kabupaten Sumenep. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode transek kuadrat dengan analisis persen penutupan, struktur komunitas dan pola sebaran. Hasil dari penelitian ini yaitu, 1) Kualitas perairan di Desa Prancak dan Desa Romben Barat layak untuk pertumbuhan lamun dan substrat di perairan Desa Prancak yaitu pasir serta substrat di perairan Desa Romben Barat yaitu pasir berlumpur. 2) Teridentifikasi satu jenis lamun di perairan Desa Prancak yaitu (Thalassia hemprichii), serta teridentifikasi dua jenis lamun di perairan Desa Romben Barat yaitu (Thalassia hemprichii dan Enhalus acoroides), Persen penutupan ekosistem lamun di Desa Prancak tergolong kategori kurang kaya dan di Desa Romben Barat tergolong kategori kaya. 3) Nilai indeks di perairan Desa Prancak yaitu (H’) kategori rendah, (E) kategori rendah, (D) kategori mendominansi, dan pola sebaran kategori mengelompok. Dan nilai indeks di perairan Desa Romben Barat yaitu (H’) kategori rendah, (E) kategori sedang, (D) kategori mendominansi, dan pola sebaran kategori mengelompok.

    Abstraction

    Madura Island has some locations which are identified as seagrass ecosystem, mainly in Prancak Village Bangkalan regency and west Romben Village Sumenep Regency. Based on these phenomenon, this research has purposes: 1) Identifying the water quality and substrate 2) Identifying the sea grass variety and closing percentage. And 3) Structure community and deployment system in Prancak Village water Bangkalan regency and west Romben village water Sumenep Regency. The method was used in this research is transects quadrate method with closing percentage analysis, structure community and deployment system. The results of this research: 1) The water’s quality in Prancak Village and west Romben Village are proper to the growth of sea grass while the substrate in the Prancak Village consists of sand and the substrate in the west Romben Village consists of muddy sand. 2) it is identified a sea grass in the Prancak Village water, that is (Thalassia hemprichii), and also it is identified two types of seagrass in the west Romben Village water, those are (Thalassia hemprichii dan Enhalus acoroides), then the closing percentage of seagrass ecosystem in Prancak Village water is not quite wealthy while in the west Romben Village water is quite wealthy. 3) index values in Prancak Village Water is (H’) low category, (E) low category, (D) Dominant category, and the deployment system is in group. And the index values in west Romben Village water is (H’) low category, (E) medium category, (D) Dominant category, and the deployment system is in group.

Detail Jurnal