Detail Karya Ilmiah

  • Analisis Komparatif Prediksi Kebangkrutan Bank Konvensional Dan Syariah Mandiri yang Terdaftar di Bank Indonesia.
    Penulis : TRIA OKTAMI
    Dosen Pembimbing I : R. Gatot Heru Prajoto, SE. MM
    Dosen Pembimbing II :Drs. Makhmud Zulkifli, M. .Si
    Abstraksi

    ABSTRAK Tria Oktami, Analisis Komparatif Prediksi Kebangkrutan Bank Konvensional Dan Syariah Mandiri yang Terdaftar di Bank Indonesia. Di bawah bimbingan R. Gatot Heru Prajoto, SE. MM dan Drs. Makhmud Zulkifli, M. .Si Pemerintah telah secara resmi mencabut izin usaha 16 bank umum yang dipandang tidak sehat. Langkah ini semata-mata untuk menyehatkan sistem perbankan Indonesia. Untuk itu, pemerintah menyediakan dana Rp 2,3 trilyun sebagai dana talangan kepada para nasabah penyimpan dana di 16 bank itu. Jumlah yang akan diganti maksimal Rp 20 juta. Direktur Perbankan Syariah mengatakan terdapat tujuh masalah yang menjadi tantangan dan perlu diatasi oleh perbankan syariah agar dapat maju dan berkembang. Dari total 12 bank syariah saat ini, 6 bank masih berada di kategori BUKU 1 atau permodalan kurang dari Rp 1 triliun, dan 6 bank lain berada di kategori BUKU 2 atau permodalan antara Rp 1-5 triliun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis perbedaan resiko keuangan bank konvensional Mandiri dan Syariah Mandiri yang Terdaftar di Bank Indonesia. Jenis penelitian adalah komparatif yaitu penelitian yang berusaha untuk membandingkan antara dua atau lebih variabel, untuk melihat apakah ada perbedaan antara variabel yang dibandingkan tersebut ataukah tidak. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif. Teknik dalam pengambilan sampel adalah purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah diskriminan Z-score Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Bank Mandiri dan Bank Syariah mandiri selama periode 5 tahun mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Pada tahun 2014 PT. Bank Mandiri tidak menghasilkan laba ditahan, sedangkan Bank Syariah Mandiri selama 5 tahun menghasilkan laba ditahan. PT. Bank Mandiri dan Bank Syariah Mandiri mendapatkan laba. PT. Bank Mandiri maupun Syariah Mandiri mampu memenuhi kewajiban dari nilai pasar modal sendiri serta mampu memanajemen dalam menggunakan aktiva untuk menghasilkan penjualan. Nilai Z-score PT. Bank Mandiri dan Bank Syariah Mandiri selama 5 tahun (2010 s/d 2014) kurang dari 1,88. Kesimpulannya adalah 1) PT. Bank mandiri maupun Bank Syariah Mandiri selama periode 5 tahun (2010 s/d 2014) mengalami masalah keuangan yang serius, 2) Penyebab masalah PT. Bank Mandiri yaitu pada tahun 2014 nilai X4 sebesar 0,000, 3) Penyebab masalah Bank Syariah Mandiri yaitu pada tahun 2014 hanya memperoleh laba ditahan sebesar 0,001 dan laba sebelum pajak sebesar 0,002, 4) Tingkat resiko keuangan Bank Syariah Mandiri lebih baik dibandingkan PT. Bank Mandiri. Kata kunci: Prediksi Kebangkrutan, Bank Konvensional, Bank Syariah

    Abstraction

    ABSTRACT Tria Oktami, Analisis Komparatif Prediksi Kebangkrutan Bank Konvensional Dan Syariah Mandiri yang Terdaftar di Bank Indonesia. Di bawah bimbingan R. Gatot Heru Prajoto, SE. MM dan Drs. Makhmud Zulkifli, M.Si. The government has formally revoke the licenses of 16 banks deemed unhealthy general. This step is solely for the Indonesian banking system healthy. To that end, the government provided Rp 2.3 trillion as bailout money to the depositors in 16 banks. Amount that will be matched up to Rp 20 million. Director of Islamic Banking said that there are seven issues a challenge and need to be addressed by the Islamic banking to progress and develop. Of the total of 12 Islamic banks today, six banks are still in the category BOOK 1 or capital of less than Rp 1 trillion, and six other banks were in the category BOOK 2 or capital between Rp 1-5 trillion. The purpose of this study was to determine and analyze the differences in financial risk and a conventional bank Mandiri Syariah Mandiri Registered in Bank Indonesia. This type of research is comparative research that sought to compare between two or more variables, to see whether there are differences between the variables compared or not. While the approach is quantitative. Techniques of sampling is purposive sampling. The analysis technique used is the discriminant Z-score The results showed that PT. Bank Mandiri and Bank Syariah independently over a period of 5 years is able to meet its short term obligations. In 2014 PT. Bank Mandiri not generate retained earnings, while Bank Syariah Mandiri for 5 years resulted in retained earnings. PT. Bank Mandiri and Bank Syariah Mandiri profit. PT. Bank Syariah Mandiri and Mandiri is able to fulfill the obligations of the market value of equity capital and is able to manage in using assets to generate sales. Z-score PT. Bank Mandiri and Bank Syariah Mandiri for 5 years (2010 s / d 2014) of less than 1.88. The conclusion was that 1) PT. Bank Syariah Mandiri Bank independently or over a period of 5 years (2010 s / d 2014) experiencing serious financial problems, 2) causes problems PT. Bank Mandiri, in 2014 the value of X4 0,000, 3) The cause of the problem, namely Bank Syariah Mandiri in 2014 only received 0,001 retained earnings and profit before tax of 0,002, 4) level of financial risk Bank Syariah Mandiri better than PT. Mandiri Bank. Keywords: Bankruptcy Prediction, Conventional Bank, Islamic Bank

Detail Jurnal