Detail Karya Ilmiah

  • EFEKTIFITAS PERAN KEPOLISIAN DALAM MENANGGULANGI TINDAK PIDANA PEMBEGALAN DI BANGKALAN
    Penulis : MERZA BAYU MENTARI PUTRA
    Dosen Pembimbing I : Boedi Mustiko, SH., M.Hum.
    Dosen Pembimbing II :
    Abstraksi

    Pembegalan adalah suatu tindak pidana pencurian disertai dengan kekerasan yang diatur dalam Pasal 365 KUHP, tindakan tersebut termasuk dalam golongan kejahatan terhadap harta dan benda. Fenomena tersebut sangat meresahkan warga karena pelaku kejahatan begal tersebut sangat sadis bahkan tidak segan-segan membunuh korbannya, fenomena tersebut adalah tanggung jawab khusus kepolisian untuk memberikan suatu tindakan yang paling efektif untuk menanggulangi dan mencegah akan terjadinya tindak pidana pencurian disertai dengan kekerasan atau begal tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian empiris yang sering disebut studi hukum dalam aksi/tindakan (law in action). Penelitian ini merupakan studi sosial yang non-doktrinal, bersifat empiris, artinya berdasarkan data yang terjadi di lapangan. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan metode penelitian hukum empiris yang hasilnya memang digunakan untuk memecahkan masalah hukum yang terjadi di lapangan. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa peran kepolisian dalam menanggulangi tindak pidana pembegalan di Bangkalan tidak efektif. Hal ini dikarenakan upaya yang dilakukan oleh kepolisian, baik upaya preemtif, preventif dan represif belum terlaksana dengan baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakefektifan kepolisian karena faktor hukum, faktor penegak hukum, faktor sarana atau fasilitas, faktor masyarakat dan faktor kebudayaan. Kata Kunci: Efektifitas, Peran Kepolisian, dan Pembegalan.

    Abstraction

    Pembegalan is a criminal act of theft accompanied by violence as stipulated in Article 365 of the Criminal Code, the action is included in the class of crimes against property and objects. The phenomenon is very disturbing citizens because the perpetrators of these crimes are very sadistic and not even reluctant to kill the victim, the phenomenon is the special responsibility of the police to provide the most effective action to combat and prevent the occurrence of criminal acts of theft accompanied by violence or pitch. This research is an empirical research which is often called as legal study in action / action (law in action). This study is a non-doctrinal, empirical, social study, which means based on data that occurs in the field. The data collected were then analyzed by using empirical legal research methods whose results were indeed used to solve legal problems that occurred in the field. Based on the collected data, it can be concluded that the role of police in tackling criminal acts in Bangkalan is not effective. This is because the efforts made by the police, both preventive efforts and repressive efforts have not been done properly. Factors that affect the occurrence of criminal acts of such a punishment due to poverty, low level of education, minimal opportunities, moral illness and unemployment. Keywords: Effectiveness, the Role of Police, and Pembegalan.

Detail Jurnal