Detail Karya Ilmiah

  • Abstraksi

    ABSTRAK Gadai ini merupakan bagian dari praktik Muamalah yang melibatkan ar-Rahin walMurtahin. Gadai adalah kontrak yang memiliki nilai sosial yang tinggi, yang paling sering pion dibuat dasar pada akal bantuan ofmutual (ta'awun). Pada dasarnya, pion membuat harta sebagai jaminan untuk utang yang dapat digunakan dan akan kembali ke seperti jumlah, atau sebagai melunasi ketika Robin gagal untuk membayar. Hal ini berbeda dengan gadai di desa Bujur Barat, Batu Marmar Kecamatan, Kabupaten Pamekasan, yang pion dipraktekkan oleh penghuni desa diubah menjadi nilai daging sapi. Bidak konversi menjadi nilai daging sapi; tentu itu bukan biasa yang terjadi dalam transaksi gadai. Jadi penulis ingin mengungkap sepenuhnya dengan menggunakan Syafi'iyah perspektif sekte. Karena Syafi'iyah pemikiran sekte telah digunakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif untuk mengungkap semua kejadian di desa Bujur Barat. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk memahami dunia makna yang dilambangkan dalam perilaku masyarakat. Karakteristik adalah penelitian alami dengan induktif dan metode verstehen, dan dengan deskriptif dan Laporan naratif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa konversi gadai transaksi menjadi nilai daging sapi menurut Syafi'iyah sekte yang diizinkan untuk diperbolehkan. Karena dalam gadai memberikan kembali hal yang sama dengan hal dikontrak adalah kewajiban. Kata kunci: Syafi'iyah Sect, Gadai itu, ar-Rahin wal-Murtahin, Konversi Gadai Menjadi Beef Nilai tanah

    Abstraction

    ABSTRACT The pawn is a part of Muamalah practice which involves ar-Rahin walMurtahin. The pawn is a contract that has a high social value, most often the pawn is made base on sense ofmutual help (ta'awun). Basically, a pawn makes a treasure as warranty for a debt that is able to be used and will be returned to such amount, or as a paying off when Rohin is failed to pay it. It is different with a pawn in Bujur Barat village, Batu Marmar sub-district, Pamekasan regency, the pawn practiced by the village dweller is converted into the value of beef. The conversion pawn becomes the beef value; certainly it is not a commonplace that occurs in the pawning transactions. So the writer wants to uncover it completely by using Syafi'iyah sect perspective. Because the Syafi'iyah sect thought has been used by the majority of Indonesia society. The writer used qualitative research method to uncover all of the occurrences in the Bujur Barat village. The qualitative research is a research that aims to understand the world meaning symbolized in people's behavior. Its characteristic is natural research with inductive and verstehen method, and with descriptive and narrative report. Based on the research results, it is concluded that the pawn conversion transaction becomes beef value according to Syafi'iyah sect which is allowed to be permissible. Because in the pawning of giving back the same thing with the thing is contracted is an obligation. Keywords: Syafi'iyah Sect, the Pawn, ar-Rahin wal-Murtahin, Pawn Conversion Land becoming Beef Value.

Detail Jurnal