Detail Karya Ilmiah

  • RESPON PEMBERIAN PUPUK ORGANIK DAN MULSA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.)
    Penulis : Siti Mulikha
    Dosen Pembimbing I : Drs. H. Kaswan Badami, M. Si.
    Dosen Pembimbing II :Catur Wasonowati, S.P., M.Si.
    Abstraksi

    Keadaan iklim di Madura yang kering dan tingkat evaporasi yang tinggi maka diperlukan modifikasi dengan pemberian pupuk organik (kandang) dan mulsa agar tanah lebih subur dan dapat menjaga kelembabannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi dan pengaruh masing-masing pupuk organik dan mulsa terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis varietas Perkasa. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Telang, Kecamatan Kamal Kabupaten Bangkalan. Pada bulan Januari 2014 – Maret 2014. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri atas 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor I yaitu pupuk kompos 20 ton/Ha (P1), pupuk kandang sapi 20 ton/Ha, (P2), pupuk kandang kambing 20 ton/Ha (P3). Faktor II yaitu tanpa mulsa (M1), mulsa jerami (M2) dan mulsa plastik hitam perak (M3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara pemberian pupuk organik dan mulsa. Perlakuan pemberian pupuk organik yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap sebagian besar parameter pengamatan seperti panjang tanaman, jumlah daun, kandungan klorofil, suhu dan kelembaban. Sedangkan perlakuan penggunaan pupuk organik yaitu pupuk organik P3 (pupuk kandang kambing) memberikan pengaruh nyata pada sebagian besar parameter pengamatan. Perlakuan penggunaan mulsa yang berbeda tidak berpengaruh nyata pada umur pembentukan polong, jumlah polong per tanaman, bobot basah polong dan bobot basah brangkasan. Sedangkan perlakuan penggunaan mulsa M2 (mulsa jerami) berpengaruh nyata pada sebagian besar parameter pengamatan. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai teknologi alternatif memodifikasi lingkungan untuk usaha tani buncis secara organik dan berkelanjutan.

    Abstraction

    Madura was dried conditions and a high evaporation rate to makes moisture the soil need organic fertilizer (manure) and mulch. The aim of the research was done study the interaction of organic fertilizer and mulch effect on the growth and yield of perkasa bean variety. The research was done conducted from January 2014 to Maret 2014 in Telang village, Kamal, Bangkalan. This research used Randomized Completely Block Design with 2 factor and 3 replications. The first factor is compost 20 ton/ha (P1), cow manure 20 ton/ha (P2), goat manure 20 ton/ha (P3). The second factor is without mulch (M1), straw mulch (M2) and silver black plastic mulch (M3). The results showed that is no interaction between organic fertilizer and mulch. Organic fertilizer is not significant different on the most parameter, such us long plant, number of leaves, chlorophyll content, temperature and humidity. On the other had, the goat manure have (P3) significantly from all parameter. Application mulch was not significant different on the age pod formation, planting pod, wet weight of pod and wet weight of stover. Application straw mulch (M2) significantly on the most of observational parameter. It suggests that technological component may be used as an alternative modification to off season cultivation of bean practices.

Detail Jurnal