Detail Karya Ilmiah

  • Gaya Komunikasi Kepemimpinan Wanita Madura (Studi Deskriptif Tentang Gaya Kepemimpinan Kepala Desa Maimuna di Desa Nyeor)
    Penulis : Putri Yuniasari
    Dosen Pembimbing I : Surokim. S. Sos. M.Si
    Dosen Pembimbing II :R. Bambang Moertijoso, S.Sos., M.Si
    Abstraksi

    Putri Yuniasari. NIM. 09.05.3.1.1.1.00035. Gaya Komunikasi Kepemimpinan Wanita Madura (Studi Deskriptif Kepala Desa Maimuna di Desa Nyeor Manes, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Madura). Dibawah bimbingan Surokim, S.Sos.,M.Si. dan R. Bambang Moertijoso, S.Sos.,M.Si. ABSTRAKSI Dalam perkembangan feminisme banyak bentuk upaya pemberdayaan wanita. Berbagai upaya strategi dan pendekatan dilakukan dalam rangka pemberdayaan wanita sebagai salah satu instrument pembangunan nasional. Dalam pemberdayaan wanita hendaknya dapat dipenuhi hak wanita untuk menentukan pilihan dalam kehidupan dan untuk mempengaruhi arah perubahan melalui kesanggupan melakukan control atas sumber daya material dan non material. Persoalan wanita kepala desa di Nyoer Manes menjadi menarik mengingat budaya Madura pada umumnya yang terkenal sebagai masyarakat patriarkis dan religius. Penyimpangan dari persepsi umum terhadap norma Islam tentang sosok wanita sebagai pemimpin ditemukan pada wanita kepala desa di DesaNyoer Manes. Pada dasarnya masyarakat Nyoer Manes menganut kultur Islam kuat, akan tetapi masyarakat cenderung menghendaki wanita sebagai kepala desa. Fenomena tersebut menarik untuk memperoleh kajian secara mendalam. Masyarakat Desa Nyoer Manes merupakan komunitas heterogen pinggiran kota. Pola pemikiran dan tingkat pendidikannya sudah maju, sehingga lebih terbuka menerima informasi. Penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian pendekatan kualitatif dipandang mampu merefleksikan bentuk gaya komunikasi kepemimpinan dari prosesnya serta mampu menangkap makna (meaning) interaksi yang dilakukan oleh peneliti. Munculnya kepemimpinan wanita kepala desa Nyeor Manes terkait erat dengan basis sosial, budaya, dan politik. Komunikasi merupakan suatu tolak ukur perilaku atau pribadi dalam menyampaikan symbol/pesan kebaikan bagi seseorang yang mempunyai gaya komunikasi kepemimpinan yang dijadikan dasar dalam melangkah lebih maju. Pemahaman gaya komunikasi kepemimpinan wanita kepala desa cenderung dipengaruhi oleh faktor internal dan factor eksternal. Faktor internal meliputi sejarah kepemimpinan kepala desa, sistem/nilai yang ada pada masyarakat, dan tingkat pendidikan kepala desa. Sedangkan, factor ekstemal melipuli iklim politik, kelompok kepentingan/penekan, pekerjaan, dan tingkat pendidikan masyarakat, serta kepentingan pemerintah. Latar belakang dukungan basis kekuatan sosial, budaya, dan politik dapat mengantarkan dan membentuk profil serta peran Maimuna sebagai pemimpin di Desa Nyeor Manes. Kata Kunci: Gaya Komunikasi Kepemimpinan, Wanita Madura

    Abstraction

    Putri Yuniasari. NIM. 09.05.311.00035. Leadership Communication Style of Madurese female (Descriptive Study on Maimuna as village chief in Nyeor Manes village, District of Blega, Bangkalan - Madura). Thesis advisors : Surokim, S.Sos., M.Sc. and R. Bambang Moertijoso, S.Sos., M.Sc. ABSTRACTION In the development of feminism, many ways can be taken to empower women. Various stategies and approaches are conducted in order to empower women as an instrument of national development. In empowering women, it is reasonable enough to give women a right in making choices in their life as well as influencing the direction of change through their ability to take control over the material and nonmaterial resources. Issues of female as a village chief in Nyeor Manes is interesting to be analyzed since Madurese culture is generally known as a patriarchal society and very religious. Distortion on general perceptions of the Islamic norms about a female leader was found in Nyeor Manes. Basically, the people of Nyeor Manes have a strong belief in Islam, but people tent to choose a women as the head of the village. This phenomenon is interesting to be researched. Nyeor Manes is heterogeneous community who live in suburban area. The advance of mindset and education levels make the people of Nyeor Manes is so open in receiving information. A qualitative approach was used in this research because it was considered as a capable instrument in reflecting leadership communication style and it was able to capture the meaning of interaction performed by researcher. The presence of female leadership in Nyeor Manes was closely related to the social, cultural, and political basis. Having good communication is important for someone in sending messages or symbol of kindness to other people. Moreover, it also can be used as a basic knowledge to be a better person in future. Internal and external factors tend to influence the understanding in leadership communication style of female leadership. Internal factors include the history of the village leadership, systems / values in society, and the education level of the head of the village. Meanwhile, external factors consist of political atmosphere, the interest / pressure group, occupation, and education level of the community, as well as the interests of the government. Backgroud and support in the basis of social power, culture, and politic can lead and shape the Maimuna profile and her role as a leader in the village of Nyeor Manes. Keywords : Leadership Communication Style, Madurese Female

Detail Jurnal