Detail Karya Ilmiah

  • Pemanfaatan Tumbuhan Obat untuk Jamu Khusus Wanita oleh Industri Kecil Obat Tradisional (IKOT) & Peramu Jamu Tradisional di Kabupaten Bangkalan Madura,
    Penulis : SRI MUJIYATI
    Dosen Pembimbing I : Ir. Sinar Suryawati, M.Si
    Dosen Pembimbing II :Yunin Hidayati, S.Si, M.Sc
    Abstraksi

    Tumbuhan obat merupakan tumbuhan yang secara alamiah memiliki kemampuan menyembuhkan suatu penyakit karena mengandung zat kimia tertentu yang berkhasiat. Pemanfaatan tumbuhan obat banyak digunakan oleh Industri Kecil Obat Tradisional (IKOT) maupun peramu jamu tradisional untuk bahan membuat ramuan jamu khusus wanita. Umumnya mereka memanfaatkan tumbuhan obat dalam bentuk simplisia ataupun dalam bentuk segar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan obat yang dimanfaatkan sebagai bahan ramuan jamu khusus wanita yang diproduksi oleh IKOT maupun peramu jamu tradisional serta untuk mengetahui jenis tumbuhan obat yang paling sering digunakan dalam ramuan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, yang dilaksanakan di 18 Kecamatan di Kabupaten Bangkalan. Jumlah responden terdiri dari 19 IKOT dan 30 orang peramu jamu tradisional. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 47 jenis tumbuhan obat yang dimanfaatkan oleh IKOT dan terdapat 4 jenis tumbuhan yang paling sering dimanfaatkan yaitu rimpang kunyit (33,3%), daun sirih (27,2%), buah majakani (24,2%) dan kulit kayu rapat (15,3%), sedangkan peramu jamu tradisional memanfaatkan tumbuhan obat sebanyak 81 jenis dan terdapat 6 jenis tumbuhan yang paling sering dimanfaatkan yaitu daun sirih (23,43%), rimpang temukunci (20,3%), rimpang temulawak (17,1%), herba meniran (14,06%), daun beluntas (12,5%) dan daun katuk (12,61%). Berdasarkan dominansi pemanfaatannya, rimpang kunyit lebih sering dimanfaatkan oleh IKOT sedangkan daun sirih oleh peramu jamu tradisional. Hal ini terjadi karena kedua tanaman tersebut berfungsi sebagai antiseptik untuk memelihara kesehatan wanita, disamping itu IKOT cenderung menggunakan simplisia sedangkan peramu jamu tradisional menggunakan bahan segar. Kata kunci : tumbuhan obat, IKOT, peramu jamu tradisional.

    Abstraction

    Medicinal plants are plants that naturally have the ability to cure an illness because they contain certain chemicals are efficacious. Utilization of medicinal plants widely used by Small Industries Traditional Medicine (IKOT) as well as the traditional gatherers of medicinal herbs to create materials for women. Generally, they use herbs in the form or in the form of fresh botanicals. The purpose of this study was to determine the types of medicinal plants used as herbal ingredients that are produced by a special woman and gatherers IKOT traditional herbal and medicinal plants to determine the type most often used in the concoctions. The research method used was a survey method, which is implemented in 18 Districts in Bangkalan. Number of respondents consisted of 19 and 30 IKOT gatherers traditional herbal medicine. The results showed that there are 47 species of medicinal plants used by IKOT and there are 4 types of plants most often used is the rhizome of turmeric (33.3%), betel leaf (27.2%), fruit Majakani (24.2%) and bark meetings (15.3%), whereas traditional herbal gatherers utilize as many as 81 species of medicinal plants and there are 6 types of plants most often used is betel leaf (23.43%), rhizome temukunci (20.3%), ginger rhizome (17.1%), herbs meniran (14.06%), leaf beluntas (12.5%) and cinnamon leaf (12.61%). Dominance based utilization, turmeric more often utilized by IKOT while betel leaves by mashing traditional herbal medicine. This happens because both the plant serves as an antiseptic to maintain women's health, in addition IKOT gatherers tend to use traditional herbal botanicals while using fresh ingredients. Keywords: medicinal plants, IKOT, traditional herbal medicine gatherers.

Detail Jurnal