Detail Karya Ilmiah

  • respon pertumbuhan dan hasil tanaman gambas (Luffa acutangula L) akibat pemberian pupuk organik cair pada konsentrasi dan frekuensi yang berbeda
    Penulis : nilawati
    Dosen Pembimbing I : Mustika Tripatmasari, SP.,M.Si
    Dosen Pembimbing II :Catur wasonowati, SP., M.Si
    Abstraksi

    Penelitian dilakukan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil terbaik tanaman gambas terhadap perbedaan konsentrasi dan frekuensi penyemprotan pupuk cair organik serta untuk mengetahui interaksi antara konsentrasi dan frekuensi pupuk cair organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman oyong. penelitian dilaksanakan di Desa Giring Kecamatan Manding Kabupaten Sumenep. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) Faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk organik cair yang terdiri dari 3 taraf yaitu kosentrasi 1ml/l air, 2 ml/l air, 3 ml/l air, sedangkan faktor kedua adalah frekuensi penyemprotan yang terdiri dari 3 taraf yaitu frekuensi penyemprotan 2 kali selama masa tanam, diaplikasikan pada umur 10 dan 25 dengan selang waktu 15 hari, frekuensi penyemprotan 3 kali selama masa tanam diaplikasikan pada umur 10, 20 dan 30 dengan selang waktu 10 hari dan frekuensi penyemprotan 4 kali selama masa tanam diaplikasikan pada umur 10, 17, 24 dan 31 dengan selang waktu 7 hari. Parameter yang diamati adalah panjang tanaman (cm) , jumlah daun (helai), luas daun (cm2), jumlah bunga menjadi buah (buah), jumlah buah (buah), panjang buah (cm), diameter buah (mm) dan bobot buah segar (g). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis of varian (ANOVA) yang apabila ada interaksi dilanjutkan dengan Uji Jarak Duncan (UJD) 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan perbedaan konsentrasi dan frekuensi penyemprotan pupuk organik cair, tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap semua parameter.namun pada perlakuan frekuensi pada parameter panjang tanaman 2 MST dan jumlah daun 3 MST terdapat pengaruh yang nyata. Perlakuan perbedaan konsentrasi dan frekuensi penyemprotan pupuk organik cair, tidak menunjukkan interaksi terhadap semua parameter, namun pada parameter jumlah daun umur 2 MST terdapat interaksi. Perlakuan terbaik ditunjukkan pada perlakuan K2F2 yaitu dengan perlakuan konsentrasi 2 ml/l dan frekuensi penyemprotan 3 kali selama masa tanam. Kata kunci: tanaman gambas, pupuk organik cair, konsentrasi, frekuensi.

    Abstraction

    This research was done to know how the responses of the plant and the best result of Angled luffa to the different concentration and frequency of spraying liquid organic fertilizer, also to know the interaction among the concentration and the frequency of liquid organic fertilizer, and the result of angled luffa. The research was held at Giring village, Manding, Sumenep. The plant we used is factorial Random Group Plant or RAK. The first factor is the concentration of liquid organic fertilizer which consists of three levels; those are: 1ml/l of water, 2 ml/l of water, and 3 ml/l of water. The second factor is the frequency of spraying which is also has three levels. Those are: frequency of spraying 4 times during the growing season applied at the age of 10 and 25 with an interval of 15 days, frequency of sprying 3 times during the growing season aplied at the age of 10,20 and 30 with an interval of 10,17,24, and 31 wich an interval of 7 days. The parameters measured were plant length (cm), amount of leaves (strand), leaf width (cm2), amout of flowerswich is changed into fruit (fruit), number of fruit (fruit), fruit length (cm), fruid diameter (mm) and weight of fresh fruit (g). Data were analized using analysis of variance (ANOVA) that if there is further interaction, it will be continue with Duncan Range Test (UJD) 5 %. This result of the different application application of the concentration and the frequency in spraying with organic liquid fertilizer did not show a significant influence to all parameters, but in long distance parameter, the length of the plant 2 weeks after plant, and the amount of the plant 3 weeks after plant, there is a significant influence. .The different application of the concentration and the frequency in spraying with organic liquid fertilezer, did not show an interaction among all parameter but at the parameter amount of the laves 2 week after plant, there is an interaction. The best treatment is indicated in the treatment K2F2 by treatment with 2 ml/l of water and frequency of spraying 3 times during the growing season. Keywords : Angled luffa, liquid organic fertilizer, concentration, frequency

Detail Jurnal