Detail Karya Ilmiah

  • Pelaksanaan Sidang Itsbat Nikah Di Pengadilan Agama Surabaya
    Penulis : Fahrudi Edward
    Dosen Pembimbing I : Dr. Indien Winarti. SH., MH.
    Dosen Pembimbing II :Indah Purbasari, SH., LL.M
    Abstraksi

    Perkawinan dibawah tangan (sirri) membawa akibat hukum berupa tidak adanya perlindungan hukum terhadap pihak istri dan anak, karena tidak tercatatkan dalam Kantor Urusan Agama dan belum memiliki Akte Nikah. Oleh karena itu, Undang-undang No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan memberikan jalan itsbat nikah bagi para pihak yang telah melakukan perkawinan sirri, namun berkeinginan untuk mendapatkan akte nikah. Permasalahan dalam skripsi ini adalah: Bagaimana pelaksanaan persidangan dalam penetapan itsbat nikah dan proses pembuktian kelahiran anak dalam persidangan Itsbat Nikah di Pengadilan Agama Surabaya. Permasalahan itsbat nikah menjadi fokus penelitian ini dengan tujuan untuk menganalisis pelaksanaan persidangan dalam penetapan Itsbat Nikah dan proses pembuktian kelahiran anak dalam persidangan. Metode yang digunakan adalah yuridis empiris, penelitian ini difokuskan pada permasalahan dilapangan selanjutnya akan di sinkronisasi terhadap Undang-Undang, dengan pendekatan kasus terhadap penetapan yang sudah incracht mengenai permasalahan itsbat nikah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa majelis hakim hanya berfokus berdasarkan berkas syarat formil yang diajukan melalui kepaniteraan dan keterangan para saksi yang diajukan para pemohon. Proses pembuktian kelahiran anak dalam persidangan itsbat nikah hakim kurang aktif dalam mencari dan menggali informasi secara detail, hanya mengutamakan keterangan pada saksi dan tidak ingin menggali suatu permasalahan untuk mencari kebenaran melalui tes DNA.

    Abstraction

    Marriage under the hand (Sirri) carries legal consequences in the form of lack of legal protection for the wife and children, because it is not tercatatkan the Religious Affairs Office and do not have a marriage certificate. Therefore, the Law no. 1 Year 1974 About Marriage gives way ithbat marriage of the parties who have made Sirri marriage, but eager to get a marriage certificate. The problem in this thesis is: How does the implementation of the trial in the determination ithbat marriage and the birth of the child in the process of proving the trial court Itsbat Religious Marriages in Surabaya. Ithbat marital problems become the focus of this study with the aim to analyze the implementation of the trial in the determination Itsbat Marriage and the birth of proof at trial. The method used is the juridical empirical research focused on the problems of the field will then be in sync against the Constitution, the approach that has been the case for the determination of the issues ithbat incracht marriage. The results of this study indicate that the judges only focus based file formal requirements posed through the secretariat and the testimony of witnesses presented by the applicant. The process of proving the birth of a child in wedlock ithbat trial judges are less active in seeking and collecting information in detail, just put on the witness statements and do not want to dig a problem to find the truth through DNA testing.

Detail Jurnal